Selama ini sebagian besar dari kita masih berpikir bahwa untuk pergi liburan itu menunggu musim libur datang. Misalnya libur bertepatan dengan hari raya seperti Natal, Idul Fitri, Nyepi dan lain sebagainya. Bukan tanpa alasan, karena selain memang musimnya banyak libur kantor, pada saat tersebut biasanya ada banyak paket wisata yang menarik dan menggiurkan.

 

Tapi balik lagi ke tujuan liburan itu sendiri. Apakah liburan untuk mengisi waktu atau mengurangi kadar stress? Kalau liburan akhir tahun untuk mengisi waktu, ya berarti liburannya munggu akhir tahun, begitu juga dengan liburan hari raya. Tapi kalau kita perlu liburannya sekarang untuk mengurangi stress, masa iya menunggu selama itu? Itu dia kenapa liburan sebenarnya tidak hanya terpaku pada “musim liburan”, tapi lebih kepada “kapan kita memerlukan liburan?”.

image

 

Jangan salah lho, ternyata ada tanda-tandanya bahwa kita perlu liburan. Jangan kaget ya kalau ternyata ada beberapa atau semua tanda itu sudah kita sepelekan selama ini. Beberapa diantaranya :

1. Semangat kerja menurun dan sering stress.

Pengajuan kenaikan gaji, pengajuan perbaikan fasilitas dan mengatur flow kerjaan semaksimal mungkin sudah dilakukan, tapi masih juga sering stress. Mungkin kamu lupa memasukkan liburan ke dalam to do list. Bukan libur kerja rutin tiap minggunya lho ya, maksudnya libur yang benar-benar libur dan jauh dari masalah pekerjaan. Kalau kamu berpikir “Oh iya, bener” berarti saat ini juga kamu harusnya udah di tempat yang asik untuk liburan.

2. Lupa kapan terakhir punya waktu untuk hobi.

Hobi itu adalah pelarian yang cukup ampuh untuk membuat kamu kembali “waras” setelah dipusingkan oleh rutinitas yang membuat kadar happy menurun. Coba tanya diri sendiri, kapan terakhir kali meluangkan waktu untuk mengerjakan hobi? Ya ampun, bahkan untuk menjawab pertanyaan ini masih mikir-mikir? Udaaah, siapkan liburan sekarang!

image

3. Jarang olahraga.

Sebenarnya ini bukan patokan yang tepat sih, tapi sangat bisa jadi indikator bahwa kamu lagi butuh liburan. Bayangkan saja, atau ngaku aja deh…berangkat pagi-pagi, kadang sarapan saja nggak sempat, lalu pulang molor dari jam pulang kantor. Sampai rumah udah lelah, makan malam trus tidur. Begitu terus setiap hari, kapan sempat olahraga? Coba deh liburan dulu, siapa tahu setelah itu bisa lebih bijak mengatur waktu.

4. Sering nolak diajak ngumpul sama teman.

Bukan maksudnya mengecewakan teman sih, tapi karena tanggung jawab pekerjaan yang sepertinya semakin menggila. Yang namanya pekerjaan tidak akan pernah habis, sampai perusahaan tempat kamu bekerja itu berhenti beroperasi. Seminggu satu atau dua kali, masih oke laah…tapi kalau tiap hari seperti itu sampai nggak ada waktu untuk ngumpul bareng teman? Sepertinya harus ditinjau ulang…..liburan gih, biar dapat inspirasi.

image

5. Prestasi Menurun.

Jangan terus menyalahkan sistem, seberapapun kamu berusaha kalau dari kamunya sendiri nggak maksimal dalam bekerja, agak sulit juga mencapai target yang disyaratkan. Coba luangkan waktu untuk benar-benar lepas dari urusan pekerjaan dalam beberapa hari. Setelah liburan, pikiran kembali segar dan ide-ide briliant akan muncul dan kamu bisa lebih siap memaksimalkan diri untuk mengejar ketinggalan selama ini.

image

Gimana? Adakah dari tanda tersebut yang diam-diam kamu akui? Hayoooo….. Siapkan rencana liburan seru untuk kembali semangat!

Selamat berlibur teman-teman.

(Tam)

Advertisements